Batam - Praktek kotor dugaan suap-menyuap disinyalir masih mewarnai aktivitas kepelabuhanan di Kota Batam. Sejumlah agen kapal kargo diduga kuat melakukan aksi "main mata" dengan oknum petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam demi melancarkan kepentingan bisnis mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, praktek suap ini diduga kuat dilakukan untuk memuluskan aktivitas bongkar muat barang dari kapal kargo agar tetap dapat beroperasi di luar jam operasional resmi pelabuhan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Aktivitas bongkar muat "lembur siluman" ini disebut-sebut berjalan sangat mulus dan aman dari teguran berkat adanya setoran atau uang pelicin yang mengalir ke kantong oknum petugas pengawas.

"Aturannya kan jelas, ada batas jam operasional untuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan demi keamanan dan ketertiban. Tapi kalau agen kapal sudah memberikan 'upeti' atau uang pelicin kepada oknum petugas KSOP, kapal-kapal kargo itu bisa dengan bebas melakukan aktivitas bongkar muat sampai larut malam, mengabaikan aturan yang ada," ungkap salah satu sumber terpercaya di lingkungan pelabuhan yang enggan disebutkan identitasnya, baru-baru ini.

 

Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa praktek dugaan suap ini telah menciptakan persaingan yang tidak sehat di antara para agen kapal. Agen kapal yang taat aturan merasa dirugikan karena tidak bisa memaksimalkan waktu, sementara mereka yang berani "membayar" mendapatkan keistimewaan.

Selain melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan merugikan negara dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), aktivitas bongkar muat di luar jam operasional resmi tanpa pengawasan yang ketat sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja (K3) serta keamanan barang di area pelabuhan.

Mencuatnya dugaan praktek suap ini menuntut perhatian serius dari aparat penegak hukum, khususnya Tim Satgas Saber Pungli, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan. Pimpinan KSOP Khusus Batam juga didesak untuk tidak tutup mata, segera turun tangan melakukan investigasi internal, dan menindak tegas oknum anggotanya jika terbukti membekingi pelanggaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya mengumpulkan bukti tambahan dan akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Kepala KSOP Khusus Batam beserta pihak agen kapal yang diduga terlibat.